"Yoh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping, yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, lan Tulungagung dadi kedung" ~Lembu Sura~
KOMPAS.com - Kalimat di atas adalah "sepatan" alias kutukan yang diucapkan Lembu Sura, tokoh legenda yang mewarnai sejarah Kabupaten Kediri di Jawa Timur. Juga, sejarah kerajaan Majapahit.
Ada beragam versi soal Lembu Sura yang berakhir dengan kutukan dan menjadi sejarah lisan kehadiran Gunung Kelud ini. Meski demikian, semua bertutur tentang cara seorang perempuan cantik menolak lamaran Lembu Sura.
Satu versi, adalah cerita dengan perempuan cantik Dewi Kilisuci yang adalah anak Jenggolo Manik. Versi lain, ini adalah kisah tentang Dyah Ayu Pusparani, putri dari Raja Brawijaya, penguasa tahta Majapahit. Ada versi-versi lain tetapi inti cerita sama.
Kisah ini bermula dari kecantikan yang tersohor, mendatangkan para pelamar, sayangnya yang datang tak sesuai harapan. Tak enak menolak, maka cara sulit diterapkan. Tak beda dengan kisah Rorojonggrang dan legenda candi Prambanan.
Namun, dalam legenda Gunung Kelud, pelamar sang putri ini masih pula bukan manusia. Dia makhluk berkepala lembu. Itulah Lembu Sura.
Untuk menolak lamaran Lembu Sura, dibuatlah syarat pembuatan sumur sangat dalam hanya dalam waktu semalam. Tak dinyana, Lembu Sura ini punya kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan syarat itu.
Melihat perkembangan tak menggembirakan, sang putri pun menangis. Ayahnya, dalam versi kisah yang mana pun, kemudian memerintahkan para prajurit untuk menimbun Lembu Sura yang masih terus menggali di sumur persyaratan itu.
Batu demi batu dimasukkan ke lubang sumur, menjadi sebentuk bukit menyembul karena ada Lembu Sura di dalamnya. Saat batu dilemparkan, Lembu Sura masih memohon untuk tak ditimbun.
Begitu menyadari bahwa permohonannya akan sia-sia, keluarlah "sepatan" sebagaimana menjadi kutipan di atas. Sejak saat itulah legenda Gunung Kelud dan kedahsyatan letusan maupun dampaknya mengemuka.
Dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa cerita ini termasuk cerita legenda.
Jumat, 21 Maret 2014
PENGAMATAN JAMUR
Jamur adalah tumbuhan yang berinti, berspora, dan tidak berklorofil, berupa sel atau benang yang bercabang-cabang, dengan dinding dari selulosa atau dari kitin atau dari keduanya dan umumnya berkembang biak secara seksual dan aseksual. Jamur ini tergolong tumbuhan thallus karena belum bisa dibedakan antara bagian batang, daun, maupun akarnya.
Perbedaan yeast dan mold yaitu yeast biasa kita kenal dengan khamir sedangkan mold adalah kapang. Kapang merupakan fungi yang berfilamen atau mempunyai miselium, sedangkan khamir merupakan fungi bersel tunggal dan tak berfilamen. Kapang merupakan fungi yang morfologinya multiseluler atau kapang mempunyai miselium atau filament dan pertumbuhannya dalam bahan makanan mudah sekali dilihat, yakni sperti kapas. Pertumbuhan fungi mula – mula berwarna putih, tetapi bila tidak memproduksi spora maka akan terbentuk berbagai warna tergantung Dari jenis kapang. Sifat – sifat kapang baik penampakan mikroskopis ataupun makroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang. Sedangkan khamir termasuk cendawan, tetapi bentuk berbeda dengan kapang karena bentuknya yang terutama uniseluler. Reproduksi vegetatife terjadi dengan cara pertunasan. Morfologi dari khamir yaitu sel khamir mempunyai ukuran yang bervariasi yaitu dengan panjang 1- 5 mm sampai 20 – 50 mm, dan lebar 1 – 10 mm. Bentuk khamir bermacam – macam yaitu bulat, oval, silinder, ogival yaitu bukit panjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung ( triangules ), berbentuk botol, bentuk apikilat atau lemon, membentuk psedomiselium, dan sebagainya. Sistem reproduksi khamir dan kapang berbeda. Sistem reproduksi kapang berkembang biak dengan berbagai cara, baik aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora, dapat pula dengan cara seksual peleburan nukleous dari kedua induknya. Pada pembelahan suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. Pada penguncupan, suatu sel anak yang tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inang. Sedangkan system reproduksi yaitu dengan beberapa cara , pertunasan, pembelahan, pembelahan tunas Dengan kombinasi anatara pertunasan dengan pembelahan, spurulasi atau pembentukan spora, dengan spora aseksual dan spora seksual. Reproduksi pembentukan dengan cara pertunasan, dan pembelahan. Pembelahan tunas yaitu spora aseksual dinamakan reproduksi vegetatife, sedangkan pembentukan spora seksual disebut reproduksi seksual.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam percobaan ini dengan menggunakan kapang (fernipan) dan jamur (ragi) dengan spesimen Saccharomyces cerevisiae. Pada kapang (fernipan) yang diamati dibawah mikroskop terlihat warna jamurnya biru dengan warna permukaannya putih sedangkan pada khamir (ragi) tampak terlihat warna jamurnya biru dengan warna tepi hitam dan warna permukaannya biru.
Jika mau dibandingkan dari literatur, menurut Ananda (2011) menyatakan bahwa jamur pada ragi itu biasanya digunakan dalam pembuatan tape atau roti dan jamur pada ragi namanya Ascomycota dengan spesimen Saccharomyces cerevisiae dan tampak terlihat bercak-bercak bulatan kecil yang berwarna hitam, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dimana hasil pengamatan dengan literatur hasilnya sama dimana pada pengamatan ditandai keterangan nomor 2 yaitu tepinya berwarna hitam dengan bentuk bulat yang kecil. Sedangkan kapang pada fernipan digunakan dalam pembuatan kue yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung. Kapang pada fernipan tampak terlihat jamurnya berwarna biru. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dengan dari literature tersebut.
Sabtu, 01 Februari 2014
Manusia dan Harapan
A. Harapan
Harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita. Setiap manusia mempunyai harapan, harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
Harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
Ada dua hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
1. Dorongan Kodrat
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
B. Doa
Doa adalah memohon sesuatu yang bermanfaat, juga memohon agar tercegah dari sesuatu yang tidak baik. Doa merupakan salah satu cara untuk kita berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, kita dapat mencurahkan isi hati, memohon, dan bersyukur pada Tuhan.
Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa. Hendaknya doa di pelajari dengan baik dan di terapkan dalam sisi kehidupan. Dengan melalui doa berkatNya bisa mengalir pada kita, dan kita dapat memenangkan segala problematika yang sedang kita hadapi.
C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Kepercayaan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Kepercayaan pada tuhan
2. Kepercayaan pada diri sendiri
3. Kepercayaan pada orang lain
4. Kepercayaan pada pemerintah
Harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita. Setiap manusia mempunyai harapan, harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
Harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
Ada dua hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
1. Dorongan Kodrat
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
B. Doa
Doa adalah memohon sesuatu yang bermanfaat, juga memohon agar tercegah dari sesuatu yang tidak baik. Doa merupakan salah satu cara untuk kita berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, kita dapat mencurahkan isi hati, memohon, dan bersyukur pada Tuhan.
Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa. Hendaknya doa di pelajari dengan baik dan di terapkan dalam sisi kehidupan. Dengan melalui doa berkatNya bisa mengalir pada kita, dan kita dapat memenangkan segala problematika yang sedang kita hadapi.
C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Kepercayaan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Kepercayaan pada tuhan
2. Kepercayaan pada diri sendiri
3. Kepercayaan pada orang lain
4. Kepercayaan pada pemerintah
D. Kesimpulan
Manusia memiliki harapan masing-masing, harapan yang dimiliki manusia umumnya berbeda, tergantung dari pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan yang dimilikinya. Namun, semua itu tetap sama yakni menginginkan yang terbaik untuk manusia tersebut atau menginginkan hal yang tidak baik tidak menimpa manusia tersebut.
Maka dari itu manusia melakukan doa kepada tuhan sesuai dengan kepercayaan yang mereka yakini masing-masing. berdoa tidak hanya untuk memohon, tetapi bisa sebagai media berkomunikasi dengan tuhan, berkeluh kesah, dan bersyukur. Manusia yang percaya bahwa Tuhan itu ada akan mengikuti segala yang Ia perintahkan dan akan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Harapan yang kita inginkan harus disertai dengan usaha, agar harapan tersebut dapat terwujud dan tidak hanya menjadi sebuah angan belaka.
Maka dari itu manusia melakukan doa kepada tuhan sesuai dengan kepercayaan yang mereka yakini masing-masing. berdoa tidak hanya untuk memohon, tetapi bisa sebagai media berkomunikasi dengan tuhan, berkeluh kesah, dan bersyukur. Manusia yang percaya bahwa Tuhan itu ada akan mengikuti segala yang Ia perintahkan dan akan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Harapan yang kita inginkan harus disertai dengan usaha, agar harapan tersebut dapat terwujud dan tidak hanya menjadi sebuah angan belaka.
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A. Kegelisahan
Kegelisahan merupakan suatu kondisi seseorang ketika Ia merasa sulit atau terhalang untuk menghadapi sebuah rintangan, yang menimbulkan perasaan cemas, khawatir, tidak tentram, dan juga tidak tenang. Kegelisahan yang berlangsung lama dapat menimbulkan penyakit. Manusia dapat merasa gelisah karena mempunyai hati dan perasaan. Menurut Sigmund Freud, perasaan cemas akibat kegelisahan ada tiga macam, yaitu :
· Kecemasan Objektif, merupakan kegelisahan yang wajar dalam kehidupan sehari-hari
· Kecemasan Neurotik, merupakan kegelisahan akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri.
· Kecemasan Moral, merupakan kecemasan yang muncul dari emosi diri sendiri.
adapun faktor-faktor penyebab kegelisahan yakni :
· Kecemasan Neurotik, merupakan kegelisahan akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri.
· Kecemasan Moral, merupakan kecemasan yang muncul dari emosi diri sendiri.
adapun faktor-faktor penyebab kegelisahan yakni :
· Gelisah karena telah melakukan perbuatan dosa.
· Gelisah karena diasingkan oleh orang-orang di sekitarnya.
· Gelisah karena takut kehilangan hak miliknya.
· Gelisah karena kurangnya persiapan suatu kegiatan yang akan dilakukan.
· Gelisah karena diasingkan oleh orang-orang di sekitarnya.
· Gelisah karena takut kehilangan hak miliknya.
· Gelisah karena kurangnya persiapan suatu kegiatan yang akan dilakukan.
itulah beberapa faktor tentang penyebab kegelisahan, dan adapun cara untuk mengatasi kegelisahan yakni :
Berikut ini merupakan beberapa usaha untuk mengatasi kegelisahan.
Berikut ini merupakan beberapa usaha untuk mengatasi kegelisahan.
Ø Instropeksi diri untuk mengetahui penyebab kegelisahan tersebut.
Ø Bersedia menerima segala resiko atau akibat yang akan terjadi dengan rasa tabah dan senang hati.
Ø Mencoba memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kegelisahan.
Ø Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, tabah, sabar, dan ikhlas.
Ø Bersedia menerima segala resiko atau akibat yang akan terjadi dengan rasa tabah dan senang hati.
Ø Mencoba memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kegelisahan.
Ø Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, tabah, sabar, dan ikhlas.
B. Keterasingan
Keterasingan adalah hal atau keadaan terasing, adapun keadaan terasing yaitu keadaan dimana seseorang terpisah atau jauh dari orang lain. Orang yang terasing akan merasa dikucilkan oleh orang-orang disekitarnya. Ada dua faktor yang menyebabkan keterasingan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Ø Faktor internal adalah faktor yang membuat pribadi sulit untuk menyesuaikan diri dengan dunia luar.
Ø Faktor eksternal terjadi sebagai akibat dari tindakan pelaku yang dianggap tidak bisa dibenarkan.
Ø Faktor eksternal terjadi sebagai akibat dari tindakan pelaku yang dianggap tidak bisa dibenarkan.
C. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi atau sendiri, kesepian biasanya disebabkan karena dia tidak mempunyai teman atau dia sendiri yang ingin menyendiri karena suasana hati yang sedang kacau. Tapi dalam hal ini kita harus membedakan kesepian dengan kesendirian karena dua kata itu memiliki makna yang berbeda.
Kesepian tidak selalu karena dia sendiri atau tidak mempunyai teman lantas hal itu membuatnya kesepian. Ada juga orang yang memilki banyak teman dan keluarga tetapi ia merasa tidak dimengerti, tidak didengarkan, atau merasa berbeda dari orang lain.
Kesepian tidak selalu karena dia sendiri atau tidak mempunyai teman lantas hal itu membuatnya kesepian. Ada juga orang yang memilki banyak teman dan keluarga tetapi ia merasa tidak dimengerti, tidak didengarkan, atau merasa berbeda dari orang lain.
Banyak hal yang membuat manusia merasa kesepian, entah itu karena perpisahan, direndahkan, kejadian masa lalu yang buruk dll. Bagaimana cara menghilangkan kesepian? Hal pertama yang bisa kita lakukan jika ingin terlepas dari kesepian adalah kita bisa awali dengan menyibukkan diri entah dengan mengadakan acara ataupun dengan bergabung dengan suatu komunitas. Dari situ kita bisa menemukan banyak teman baru yang cocok dengan kepribadian kita. Atau menyibukan diri kita dengan mengikuti berbagai kegiatan yang positif agar diri kita tidak merasa sendiri dan kita dapat berinteraksi dengan orang lain.
D. Ketidak Pastian
Ketidak pastiaan berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Ketidak pastiaan berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Sebab – Sebab Terjadinya Ketidak Pastian
Menurut Siti Meichati dalam bukunya kesehatan mental ada beberapa sebab orang tidak dapat berpikir pasti. Sebab - sebab tersebut adalah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus - menerus, biasanya tentang hal - hal yang tidak menyenangkan, atau sebab-sebab yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya, Selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
Phobia adalah rasa ketakutan yang tidak terkendalikan, tidak normal, kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab - sebabnya.
3. Kompulsi
Kompulsi adalah adanya keragu - raguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan perbuatan - perbuatan yang serupa berulang kali (Neurose).
4. Histeria
Histeria adalah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
5. Delusi
Delusi adalah menujukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
Delusi ada 3 macam :
1. Delusi Persekusi : Menganggap adanya keadaan yang jelek disekitarnya.
2. Delusi Keagungan : Menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila hormat. Menganggap orang disekitarnya sebagai orang - orang tidak penting.
3. Delusi Melancholis : Merasa dirinya bermasalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau delirium tremens, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tidak terkuasa lagi. Ia kehilangan ingatannya, mengalami tensi tinggi dan mengingat sesuatu yang belum pernah dialami.
6. Halusinasi
Halusinasi adalah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra. Seperti para prewangan (medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri orang dapat berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang - kadang karena halusinasi orang - orang merasa mendapat tekanan - tekananan terhadap dorongan - dorongan itu menemukan untuk menentukan sasaran. Ini nampak dalam perbuatan - perbuatan penderita (Penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri).
7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat terpengaruh oleh emosinya. Sampai pada keseluruhan pribadinya seperti gangguan pada nafsu makan, pusing - pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi, atau lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dan karena itu dilepaskan didalam gerakan - gerakan lari - larian, nyanyian, tertawa, dan berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak nafsu makan, tidak bersemangat, gelisah resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri. Jelas bahwa orang yang demikian tidak mungkin berpikir dengan tenang, dan dengan baik.
Usaha – Usaha Mengatasi Ketidak Pastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental Si Penderita. Kata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik untuk penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya sudah jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.
Menurut Siti Meichati dalam bukunya kesehatan mental ada beberapa sebab orang tidak dapat berpikir pasti. Sebab - sebab tersebut adalah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus - menerus, biasanya tentang hal - hal yang tidak menyenangkan, atau sebab-sebab yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya, Selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
Phobia adalah rasa ketakutan yang tidak terkendalikan, tidak normal, kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab - sebabnya.
3. Kompulsi
Kompulsi adalah adanya keragu - raguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan perbuatan - perbuatan yang serupa berulang kali (Neurose).
4. Histeria
Histeria adalah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
5. Delusi
Delusi adalah menujukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
Delusi ada 3 macam :
1. Delusi Persekusi : Menganggap adanya keadaan yang jelek disekitarnya.
2. Delusi Keagungan : Menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila hormat. Menganggap orang disekitarnya sebagai orang - orang tidak penting.
3. Delusi Melancholis : Merasa dirinya bermasalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau delirium tremens, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tidak terkuasa lagi. Ia kehilangan ingatannya, mengalami tensi tinggi dan mengingat sesuatu yang belum pernah dialami.
6. Halusinasi
Halusinasi adalah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra. Seperti para prewangan (medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri orang dapat berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang - kadang karena halusinasi orang - orang merasa mendapat tekanan - tekananan terhadap dorongan - dorongan itu menemukan untuk menentukan sasaran. Ini nampak dalam perbuatan - perbuatan penderita (Penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri).
7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat terpengaruh oleh emosinya. Sampai pada keseluruhan pribadinya seperti gangguan pada nafsu makan, pusing - pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi, atau lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dan karena itu dilepaskan didalam gerakan - gerakan lari - larian, nyanyian, tertawa, dan berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak nafsu makan, tidak bersemangat, gelisah resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri. Jelas bahwa orang yang demikian tidak mungkin berpikir dengan tenang, dan dengan baik.
Usaha – Usaha Mengatasi Ketidak Pastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental Si Penderita. Kata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik untuk penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya sudah jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.
E. Kesimpulan
Manusia tidak luput dari kegelisahan, karena manusia memiliki perasaan. banyak hal yang membuat manusia menjadi gelisah tergantung dari apa yang menyebabkan manusia itu sendiri menjadi gelisah. Dampak negatif dari kegelisahan ialah merasa khawatir dan merasa sendirian ketika kita tidak menemukan pemecahan dari masalah yang membuat kita gelisah. Hal tersebut mengakibatkan rasa tertekan terhadap pribadinya dan menyebabkan seolah-olah dirinya merasa dikucilkan atau di asingkan oleh orang disekitarnya.
Maka dari itu untuk mengatasi kegelisahan manusia dapat mengevaluasi diri dan berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, sabar, tabah, dan ikhlas sehingga hatinya merasa tenang dan tentram.
Jumat, 24 Januari 2014
Manusia & Tanggung Jawab
A. Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang dilakukan sebagai perwujudan akan kewajibannya. Tanggung jawab bersifat kodrati, yang berarti sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia dan setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing. Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Adalah taggung jawab seperti anggota masyarakat kepada masyarakat lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
4. Tanggung jawab terhadap bangsa/negara
Kesadaran bahwa dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat oleh Negara. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Setiap tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang terdapat dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Mengabaikan perintah Tuhan berarti meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia memerlukan pengorbanan.
B. Pengabdian
Pengabdian pada hakekatnya adalah bagian dari rasa tanggung jawab. Pengabdian merupakan suatu perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas. Ada tiga macam pengabdian,yaitu pengabdian kepada agama/Tuhan, pengabdian kepada bangsa/negara, dan pengabdian kepada masyarakat.
MACAM-MACAM PENGABDIAN
• Pengabdian Kepada Tuhan dan Agama
Dalam hal ini, yang dimaksud pengabdian kepada Tuhan dan Agama adalah dengan melakukan segala perintah yang telah diajarkan oleh masing-masing agama yang kita percayai.
• Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara
• Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara
Dalam hal ini, yang dimaksud pengabdian kepada Bangsa dan Negara adalah dengan kita membela nama baik bangsa dan negara kita.
CONTOH DARI PENGABDIAN
Seorang TNI yang mengabdikan dirinya kepada negara, demi keamanan bangsa dan negara.
Seorang Tokoh Agama yang mensyiarkan syariat agama.
Seorang Guru mempunyai tanggung jawab untuk mendidik siswanya.
Seorang Mahasiswa mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikannya
Seorang Anak mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan yang di jalaninya .
C. Pengorbanan
CONTOH DARI PENGABDIAN
Seorang TNI yang mengabdikan dirinya kepada negara, demi keamanan bangsa dan negara.
Seorang Tokoh Agama yang mensyiarkan syariat agama.
Seorang Guru mempunyai tanggung jawab untuk mendidik siswanya.
Seorang Mahasiswa mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikannya
Seorang Anak mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan yang di jalaninya .
C. Pengorbanan
Pengorbanan merupakan suatu pemberian sebagai wujud untuk menyatakan kebaktian secara tulus dan ikhlas didasarkan atas kesadaran moral tanpa rasa pamrih. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Setiap orang yang mengabdi akan melakukan pengorbanan. Pengabdian selalu menuntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. Berikut ini adalah macam-macam pengorbanan.
· Pengorbanan kepada keluarga
· Pengorbanan kepada masyarakat
· Pengorbanan kepada bangsa dan negara
D. Kesimpulan
Manusia melakukan segala aktivitasnya baik dengan disadari ataupun tidak disadari. Namun, ketika manusia tersebut melakukan hal tersebut, manusia tidaklah lepas dari rasa tanggung jawab dari apa yang telah dilakukannya, baik itu disengaja atau tidak disengaja. Tanggung jawab manusia tidaklah sebatas oleh manusia satu dengan yang satunya, namun dalam kehidupan masyarakat ini manusia memiliki tanggung jawab terhadap Tuhan, orang tua, masyarakat, dan bangsanya sendiri.
Dan ketika manusia tersebut sudah menyadari akan tanggung jawabnya kepada tugas-tugasnya, hal ini tidaklah lagi menjadi sebuah tanggung jawab biasa melainkan menjadi sebuah pengabdian dari manusia tersebut terhadap apa yang di tugaskan olehnya.
Maka dari itu, manusia tidak sedikit melakukan suatu pengorbanan sebagai bentuk rasa tanggung jawab yang ia emban dalam tugas-tugasnya. Maka dalam hal ini, Kita sebagai mahasiswa wajib memiliki rasa tanggung jawab dalam melakukan civitas perkuliahan demi berterima kasih kepada kedua orang tua kita yang telah mendidik kita dengan penuh perjuangan dan pengorbanan agar kita dapat menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi demi menjadi kebanggaan keluarga dan negara ini.
Jumat, 17 Januari 2014
Ringkasan Manusia dan Pandangan Hidup
Menurut Koentjaraningrat, pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup, semuanya itu tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan.
A. Pandangan Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Setiap orang mempunyai pandangan hidup yang berbeda tergantung dari pengalaman hidup dan lingkungannya. Sedangkan ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Ideologi merupakan pedoman normatif yang digunakan sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Ideologi mempengaruhi pandangan hidup seseorang.
B. Cita-Cita
Cita-cita merupakan keinginan, harapan, atau tujuan manusia yang selalu ada dalam pikirannya dan akan terus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia manusia tersebut.
Cita-cita juga merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu. Berikut ada beberapa faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya :
Tiga faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain:
- Manusia itu sendiri
- Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut
- Seberapa tinggi cita-cita yang ingin dicapai.
Dua faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita-citanya antara lain:
- Faktor yang menguntungkan ialah faktor yang dapat membantu seseorang meraih cita-citanya. Contoh : hoby, minat, bakat, dll.
- Faktor yang menghambat ialah faktor yang dapat menghalangi seseorang untuk meraih cita-citanya. Contoh : aktifitas yang tidak mendukung untuk meraih cita-citanya, malas, tidak fokus terhadap apa yang ingin di raih atau di cita-citakan, dll.
C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan merupakan perbuatan moral yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik. Manusia juga berbuat baik atas dorongan suara hatinya. Suara hati merupakan hakim untuk diri sendiri yang mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan. Kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku yang berbeda-beda.
D. Usaha dan Perjuangan
Usaha perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelangsungan hidupnya.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan ilmu dari manapun, dilakukan dengan jasmani atau dengan kedua duanya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahliannya. Orang yang bekerja dengan berfisik lemah memperoleh hasil sedikit, keterampialn akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai keterampilan. Karna itu mencari ilmu dan keahlian itu keharusan dalam kehidupan seseorang. Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan sastra: “tuntunlah ilmu dari bulan samapai liang lahat” dalam pendidikan dikatakan sebagai “long life education”.
Contoh dari usaha atau perjuangan: seorang ayah untuk dapat menghidupi keluarganya, ia harus berusaha bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya agar kebutuhan nya dapat terpenuhi.
E. Keyakinan dan Kepercayaan
Ada 3 aliran yang merupakan keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup, yaitu :
1. Aliran Naturalisme : Berintikan spekulasi yang menyatakan mungkin ada Tuhan, mungkin tidak ada Tuhan. Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan.
2. Aliran intelektualisme : Dasar aliran ini merupakan akal/logika. Mana yang benar menurut akal, itulah yang baik. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.
3. Aliran Gabungan : Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup yaitu sosialisme dan religius.
KESIMPULAN
Manusia pada dasarnya memiliki ideologi atau pandangan hidup yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang diinginkannya, dan ideologi tersebutlah yang mendorong seseorang untuk menentukan jalan hidupnya (cita-cita). Maka dari itu manusia terus berusaha untuk mendapatkan apa yang ingin diraih dalam jalan hidupnya (cita-cita). Namun tak sedikit pula manusia yang tidak berusaha mendapatkan cita-cita yang diinginkan karena pasrah akan kekurangan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri (berputus asa).
Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa tidaklah boleh berputus asa dalam meraih apa yang kita cita-citakan. Karena sebuah cita-cita dapat terpenuhi oleh kepercayaan, kemampuan, dan kegigihan kita dalam meraih cita-cita tersebut. hal inilah yang dapat kita pelajari dalam masalah ini.
Jumat, 10 Januari 2014
RANGKUMAN MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian Keadilan
Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya, tidak berat sebelah, dan tidak memihak siapapun. Secara umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Makna Keadilan
Keadilan memberikan kebenaran juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Keadilan memberikan kebenaran juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Macam-macam Keadilan· Keadilan Moral atau Keadilan Legal, setiap orang berhak melakukan pekerjaan yang cocok dengan dirinya.
· Keadilan distributif, berarti hal-hal yang sama diperlakukan secara sama, dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama.
· Keadilan komutatif, bertujuan memelihara masyarakat dan kesejahteraan umum.
Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri
Dengan kejujuran ini sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
· Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
1. Bohong,
2. Mencuri,
3. Manipulasi,
4. Inkar janji.
Dengan kejujuran ini sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
· Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
1. Bohong,
2. Mencuri,
3. Manipulasi,
4. Inkar janji.
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Kecurangan merupakan suatu tindakan yang tidak baik dan identik dengan ketidakjujuran. Kecurangan dapat merugikan orang lain. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya.
Perhitungan (Hisab) dan Pembalasan
Manusia akan dihitung semua amal baik dan buruknya. Jika amal baiknya lebih banyak, maka ia akan masuk surga, tetapi jika amal buruknya lebih banyak, ia akan masuk neraka. Akan ada pembalasan dari setiap amal manusia. Pembalasan adalah suatu reaksi dari perbuatan orang lain.
Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
Ada tiga macam godaan yang merusak nama baik, yaitu harta, tahta, dan wanita.
Jalan yang dapat merusak nama baik antara lain, antara lain, fitnah, membohong, suap, mencuri, merampok dan menempuh semua jalan yang diharamkan.
Untuk merehabilitasinya, hanya perlu dua langkah yang bisa dilakukan:
1. Identifikasi penyebab rusaknya nama baik.
2. Lakukan upaya pemulihan
Cara untuk memulihkan nama baik:
- Bila kerusakan nama baik akibat suatu kesalahan, akuilah kesalahan itu, lalu ungkapkan penyesalan dan permohonan maaf.
- Bila kerusakan nama akibat suatu kegagalan, jalan terbaik adalah menebus kegagalan itu dengan mencapai prestasi lebih baik.
- Bila kerusakan nama baik akibat kesalahpahaman, carilah jalan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
- Bila kerusakan nama baik akibat fitnah, tunjukkan dengan bukti dan fakta yang membantah fitnah itu.
Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Pembalasan disebabkan sifat dendam. Dendam merupakan sifat yang di benci oleh tuhan, dan merupakan sifat tercela, sifat ini belum akan merasa puas apabila diri kita belum membalaskan kekecewaan atau kekesalan hati kita terhadap oarang yang melakukan kejahatan kepada kita.
Kesimpulan
Pada dasarnya setiap manusia menginginkan suatu keadilan baik itu yang bersifat individu atau sosial. Namun, banyak pula sebagian orang lain yang merebut keadilan manusia lainnya dengan bertindak curang. Hal inilah yang menyebabkan atau menimbulkan rasa ingin balas dendam atau pembalasan terhadap manusia yang berlaku curang tersebut. Maka dari itu menjaga sikap dan mewasdiri terhadap orang lain atau lingkungan sangatlah penting, karena kita tidaklah tau apakah kita mengambil hak atau keadilan orang lain tanpa kita sadari.
Langganan:
Postingan (Atom)
