Kamis, 25 Juli 2019

CERPEN 1

Sahabat Terbaik

Siang itu aku dan Bunga, sahabatku dari kecil sedang mengantri sebuah tiket konser. Karena artis yang akan tampil di konser tersebut kebetulan artis internasional, jadi tak heran jika antrian begitu panjang. Bahkan kami pun sudah mengantri sejak jam 7 tadi dan sampai sekarang masih belum dapat tiketnya.
Sampai sore tiba, ternyata kami tak kunjung dapat tiket konser itu padahal slot tiket sudah sangat mepet. Hanya orang yang beruntung yang bisa mendapatkannya. Salah satu cara mendapatkan tiket konser itu adalah dengan mengikuti kuis di sebuah radio. Tak mau ketinggalan pastinya aku pun selalu dengerin radio yang mengadakan kuis tersebut.
Suatu hari tiket tinggal satu-satunya dan aku belum dapat telpon dari radio tersebut. Ya, mereka yang ditelpon dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan adalah mereka yang dapat.
Harapanku pupus ketika seseorang ditelpon dari radio tersebut dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan.
Karena begitu ngefansnya sama artis yang mau konser, seharian aku menangis dan tak mau keluar kamar. Bunga yang tau keadaanku pun segera datang ke rumah.
“Sore tante, Titanya ada?”
“Ada itu di kamar, seharian belum keluar” sahut mamaku menjawab pertanyaan Bunga.
“Ta, kenapa sih nangis gitu kaya anak kecil tau.”
“Apa sih, kamu kan tau gimana ngefansnya aku sama BTS. Bayangin udah ngantri dari pagi sampai sore dan ikutan kuis tiap hari tapi ga bisa dapat tiket juga!”
“Nih tiket buat kamu” Bunga menyodorkan sebuah tiket padaku.
Dengan muka heran aku menerima tiket tersebut, ku lihat dengan seksama.
“Hah gimana caranya kamu bisa dapat tiket ini?”
“Aku ikutan kuis juga dan kebetulan aku yang terakhir dapat. Tapi itu buat kamu aja. Lagian aku gak begitu ngefans kok sama BTS, Cuma ikutan kamu aja hehe” sahutnya tanpa muka bersalah.
“Beneran?” Aku langsung bangkit memeluk Bunga yang tengah meledekku karena muka sembabku.
“Beruntung banget deh aku punya sahabat kamu. Jangan-jangan kamu ikutan kuis Cuma biar dapet tiket untukku ya?”
“Iya hehe” jawaban Bunga yang semakin membuatku merasa beruntung bersahabat dengan gadis berambut ikal ini.

VERTEBRATA


Hewan Vertebrata
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebratahanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).

Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu :

·         pisces,
·         amphibia,
·         reptile,
·         aves dan
·         mammalia.

·         Pisces

Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).

Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1.      Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2.      Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.

·         Amphibia

Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat.

Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal).

Contoh Hewan Amphibia : katak sawah, salamander, kodok


·         Reptilia

Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah :  anggota tubuh berjari lima,  bernapas dengan paru-paru,  jantung beruang tiga tau empat,

menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.

Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).

·         Aves

Aves  memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh.

Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang.

Contoh : ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

·         Mammalia

Ciri khas dari mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.

Tubuh mammalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.

Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.

Ciri Hewan Vertebrata
1.      Memiliki syaraf yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang .
2.      Bernafas dengan paru- paru kulit dan insang.

3.      Memiliki kelenjar yang bundar dan endoksin yang menghasilkan hormon pengendali.

4.      Memiliki suhu tubuh yang panas dan tetap ( homoiternal ) atau bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan ( poikiloternal ).

5.      Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut hingga ke anus, yang letaknya di sebelah vertran dan di belakang.

6.      Berkulit epidermis ( bagian luar ) dan kulit endodermis ( bagian dalam ).
7.      Alat reproduksi berpasangan, kecuali pada burung.

Hewan Invertebrata
Invertebrata adalah kelompok yang paling beragam yang memiliki sekitar 12 juta spesies hidup. Sebagian besar hewan di bumi adalah invertebrata. Mereka adalah hewan berdarah dingin; suhu tubuh mereka tergantung pada suhu atmosfer.

Ciri Hewan Invertebrata

Karakteristik umum dari invertebrata adalah sebagai berikut:
1.      Ciri utama yang memisahkan invertebrata dari organisme lain adalah tidak adanya tulang belakang dan tulang punggung.
2.      Mereka adalah organisme multiseluler, mereka benar-benar tidak memiliki dinding sel.
3.      Mereka tidak memiliki tulang endoskeleton keras
4.      Karena kurangnya sistem tulang yang kompleks, beberapa invertebrata cenderung lambat dan berukuran kecil di alam.
5.      Karena kurangnya tulang punggung dan sistem saraf kompleks invertebrata tidak dapat menempati beberapa lingkungan, meskipun mereka ditemukan di lingkungan yang keras.
6.      Invertebrata tinggal di seluruh dunia dalam berbagai habitat.
7.      Tubuh dibagi menjadi tiga bagian – kepala, dada dan perut
8.      Mereka tidak memiliki paru-paru untuk respirasi.
9.      Respirasi adalah melalui kulit
10.  Beberapa kelompok invertebrata memiliki eksoskeleton keras dari kitin.
11.  Kebanyakan dari mereka memiliki jaringan, dengan organisasi sel tertentu.
12.  Kebanyakan dari mereka bereproduksi secara seksual oleh fusi gamet jantan dan betina.
13.  Beberapa invertebrata seperti spons yang menetap, tetapi sebagian besar organisme adalah motil.
14.  Kebanyakan invertebrata diatur dengan organisasi tubuh simetris
15.  Mereka tidak dapat membuat makanan sendiri, adalah heterotrof.

 

Contoh Invertebrata

Invertebrata adalah organisme yang paling beragam hadir di bumi. Hampir 95% dari populasi hewan dari invertebrata. Berdasarkan Uni Internasional tentang Konservasi Alam pada saat tahun 2009 lebih dari 1,3 juta invertebrata diidentifikasi. Invertebrata mencakup sekitar 75% dari spesies yang dikenal di Planet.
umlah aktual invertebrata tidak diketahui, ada beberapa prediksi bahwa mungkin ada puluhan juta invertebrata, sebagian besar adalah serangga. Spesies baru invertebrata sedang ditemukan secara teratur, fakta mengkhawatirkan lagi adalah bahwa ada cukup informasi tentang organisme ini, invertebrata mungkin akan punah dan para ilmuwan tidak akan pernah tahu bahwa mereka pernah ada.

Contoh invetebrata filum

Invetebrata mencakup semua hewan yang tidak termasuk dalam filum Chordata. Contoh umum termasuk kerang, siput, laba-laba, kecoa, cacing, bintang ikan, gurita.
Porifera – Spons, Sycon (scypha), Spongilla (spons air tawar) dan Euspongia (spons mandi).

Cnidaria – Aurelia, Adamis, Hydra, anemon laut, Physalia (kapal perang Portugis), Pennatula, Gorgonia, Meandrina.
Ctenophora – Pleurobranchia dan Ctenophora.
Platyhelminthes – Taenia (cacing pita), Fasciola (cacing hati).
Aschelminthes – Ascaris (bulat cacing), Wuchereria (cacing filaria), Ancylostoma (cacing tambang).
Annelida – Nereis, Pheretima (cacing tanah) dan Hirudinaria (lintah pengisap darah).
Arthropoda – Apis (lebah madu), Bombyx (ulat), Laccifer (lac serangga); Nyamuk – Anopheles, Culex dan Aedes; Locusta (belalang); Limulus (kepiting).
Mollusca – Chaetopleura (Chiton), Loligo (cumi-cumi), Pila (apple siput), Pinctada (tiram mutiara), Sepia (sotong), Loligo (cumi-cumi), Octopus (ikan setan), Aplysia (hare laut), Dentalium.
Echinodermata – Asterias (ikan bintang), Echinus (landak laut), Antedon (lily laut), Cucumaria (teripang), Ophiura (bintang rapuh).



Selasa, 23 April 2019

Konflik dan Integrasi Sosial

Pengertian Konflik Sosial

Pengertian konflik yang paling sederhana ditinjau dari segi asal kata, yaitu berasal dari kata configere yang berarti saling memukul. Berikut ini definisi konflik menurut para sosiolog.
Soerjono Seokanto
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman.
Robert M.Z Lawang
Konflik adalah perjuangan memperoleh hal-hal yang langka seperti harta, status dan otoritas.
Ralf Dahrendorf
Konflik merupakan suatu keadaan pertentangan karena adanya ketidakharmonisan hubungan sosial di antara anggota kelompok atau antara kelompok dalam suatu masyarakat.
Lewis A. Coser
Konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan mencederai, atau melenyapkan lawan.
Secara sosiologis dapat diartkan bahwa konflik adalah suatu proses sosial diantara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
Jenis-Jenis Konflik
Konflik yang terjadi di masyarakat terdiri dari beberapa jenis, bergantung faktor yang menyebabkan, wujud, ruang lingkup, dan sifat-sifatnya yaitu sebagai berikut.
  1. Konflik Pribadi
Konflik pribadi adalah pertentangan yang terjadi antara orang perorang karena masalah pribadi. Konflik pribadi dapat terjadi karena perbedaan pendirian dan keyakinan, serta perbedaan kebudayaan. Konflik pribadi tidak jarang terjadi antara dua orang sejak mulai berkenalan karena sudah saling tidak menyukai. Akan tetapi, yang sering terjadi adalah konflik antara dua pribadi yang sudah saling mengenal dan terjadi konflik karena perbedaan yang tidak bisa disatukan di antara pribadi-pribadi tersebut.
  1. Konflik Rasial
Konflik rasial adalah pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Konflik rasial juga makin dipicu dengan kenyataan bahwa salah satu ras merupakan golongan minoritas. Konflik rasial pernah terjadi di Amerika Serikat dan Afrika Selatan, yaitu antara orang-orang kulit dengan kulit hitam.
  1. Konflik Politik
Konflik politik menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat maupun di antara negara-negara yang berdaulat. Konflik politik itu, contohnya konflik antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1963.
  1. Konflik Antarkelas Sosial
Konflik antarkelas sosial pada umumnya disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kelas sosial yang berbeda. Misalnya antara buruh dan majikan. Buruh menginginkan kenaikan gaji sementara majikan menginginkan untuk mengurangi biaya produksi dengan menekan biaya upah.
  1. Konflik Internasional
Konflik internasional biasanya berawal dari adanya pertentangan antara dua negara karena kepentingan yang berbeda. Pertentangan ini akan berkembang menjadi konflik internasional apabila negara-negara lain terlibat atau melibatkan diri.
Konflik internasional, yaitu pertentangan yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan kepentingan. Misalnya, pertikaian antara Irak dan Iran dalam Perang Teluk yang melibatkan negara Amerika Serikat dan sekutunya serta negara-negara Arab.
  1. Konflik vertikal dan horizontal
Konflik vertikal yaitu pertentangan antara individu atau kelompok masyarakat dan para pemimpin masyarakat. Contoh konflik antara warga suatu desa dengan pemimpin di desa tersebut (Kepala Desa).
Konflik horizontal adalah pertentangan antaranggota masyarakat, baik secara individual maupun kelompok yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu level. Konflik horizontal dapat terjadi di tataran para elite politik. Contoh konflik horizontal yang terjadi di kalangan masyarakat bawah adalah tawuran antar warga miskin di Jakarta. Sedangkan contoh konflik horizontal di kalangan elite politik adalah konflik antara para petinggi partai Demokrat.
  1. Konflik terbuka dan konflik tertutup
Konflik terbuka yaitu perbedaan kepentingan antara dua individu atau kelompok masyarakat yang dapat disaksikan secara langsung dan saling berhadapan dalam bentuk sikap atau tindakan-tindakan fisik.
Konflik tertutup yaitu perbedaan kepentingan yang terwujud dalam perbuatan yang menimbulkan sabotase, keresahan dan sebagainya.
  1. Konflik Destruktif Dan Konflik Konstruktif
Konflik destruktif menimbulkan kerugian bagi individu, kelompok maupun organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya. Konflik demikian terjadi misalnya, dua orang yang bertetangga tidak dapat rukun karena di antara mereka terjangkit perasaan tidak senang atau apabila anggota sebuah organisasi tidak dapat mencapai penyesuaian paham tentang tujuan pokok organisasi.
Kerugian akibat konflik destruktif adalah sebagai berikut.
  1. Perasaan cemas atau tegang (stres), atau tertekan.
  2. Komunikasi yang menyusut.
  3. Persaingan tidak sehat.
  4. Perhatian yang semakin berkurang terhadap tujuan bersama.
  5. Ledakan konflik hebat sampai muncul tindakan ancaman atau kekerasan.
Konflik konstruktif menimbulkan keuntungan-keuntungan bagi individu maupun kelompok, antara lain sebagai berikut.
  1. Meningkatkan inisiatif dan kreativitas individu atau kelompok, mereka akan berusaha bekerja dengan cara-cara baru yang lebih baik.
  2. Intensitas usaha semakin meningkat, perasaan apatis teratasi, individu atau kelompok yang terlibat akan bekerja lebih keras lagi.
  3. Ikatan atau kohesi semakin kuat, konflik dapat memperkuat identitas kelompok dan komitmen untuk mencapa tujuan bersama kelompok.
  4. Surutnya ketegangan pribadi.
Sebab-Sebab Konfik dalam Masyarakat
Dari berbagai bentuk konflik yang ada dalam masyarakat, unsur perasaan memegang peranan penting dalam mempertajam perbedaan yang ada sehingga setiap pihak berusaha saling mengalahkan. Konflik yang terjadi dalam berbagai bentuk bisa berubah menjadi kekerasan apabila konflik sudah mencapai taraf menciderai, menyebabkan hilangnya nyawa, dan menimbulkan kerusakan fisik atau barang orang lain.
Berikut ini merupakan sebab-sebab munculnya konflik dalam masyarakat.
  1. Perbedaan pendirian dan perasaan antar individu.
  2. Perubahan sosial yang terlalu cepat dalam masyarakat sehingga terjadi disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai baru.
  3. Perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku.
  4. Bentrokan antarkepentingan baik perseorangan maupun kelompok, misalnya kepentingan ekonomi, sosial, politik, ketertiban, dan keamanan.
  5. Permasalahan dibidang ekonomi.
  6. Lemahnya kepemimpinan pada berbagai tingkatan (weak leadership).
  7. Ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian atau seluruh kelompok masyarakat.
  8. Rendahnya tingkat penegakan hukum (lack of legal mechanism)
Dampak Terjadinya Konflik
Konflik yang terjadi dapat mengakibatkan dampak positif dan negatif. Konflik akan memberikan dampak positif sepanjang konflik tidak berlawanan dengan pola-pola hubungan sosial di dalam struktur tertentu. Akan tetapi, apabila konflik berlawanan dengan pola-pola hubungan hubungan sosial di dalam struktur sosial tertentu, konflik-konflik tersebut bersifat negatif.
Gejala-gejala sosial yang timbul akibat konflik, antara lain sebagai berikut.
  1. Bertambahnya solidaritas ingroup.
  2. Goyah atau retaknya persatuan kelompok.
  3. Perubahan kepribadian individu.
  4. Akomodasi, dominasi dan takluknya salah satu pihak.
  5. Rusaknya tatanan kehidupan masyarakat.
  6. Krisis sosial.
Pengendalian Konflik (Akomodasi)
Akomodasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan pertentangan, baik dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik atau bisa juga dengan cara paksaan atau tekanan. Bentuk-bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut:
  1. Koersi merupakan akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah.
  2. Kompromi merupakan bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian
  3. Arbitrasi merupakan bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselsisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri sehingga mengundang pihak ketiga yang berhak memberikan keputusan.
  4. Mediasi merupakan bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Namun pihak ketiga yang diundang tidak berhak memberikan keputusan.
  5. Konsiliasi merupakan bentuk akomodasi dengan mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
  6. Toleransi merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi
  7. Stalemate merupakan bentuk akomodasi ketika kelompok-kelompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya.
  8. Ajudikasi merupakan penyelesaian masalah atau sengketa melalui jalur hukum.

Integrasi Sosial
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktural, sistem sosial senantiasa terintegrasi atas dua landasan berikut:
  1. Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat.
  2. Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross cutting affiliations).
Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat berhasilnya suatu integrasi sosial adalah:
  1. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan satu dengan lainnya
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai.
  3. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten.
Para ilmuwan mengidentifikasi bentuk-bentuk ideal suatu integrasi sosial yaitu:
Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. Suatu asimilasi akan mudah terjadi apabila didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut.
  1. Toleransi antara kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan sendiri yang akan tercapai melalui suatu proses yang disebut akomodasi.
  2. Tiap-tiap indvidu dan kelompok memiliki kesempatan yang sama dalam ekonomi, terutama dalam memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa.
  3. Diperlukan sikap saling menghargai terhadap kebudayaan lain.
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dengan memberikan kesempatan pada golongan minoritas untuk memperoleh pendidikan, penggunaan fasilitas umum, dan partisipasi politik.
  5. Perkawinan campuran akan menyatukan dan mengurangi perbedaan-perbedaan antara warga dari suatu golongan dengan golongan lain.
Sedangkan faktor-faktor yang menjadi penghalang bagi terlaksananya proses asimilasi adalah sebagai berikut.
  1. Kurang pengetahuan mengenai kebudayaan yang diahadapi
  2. Sifat takut terhadap kekuatan dari kebudayaan lain
  3. Perasaan superioritas dari individua dari satu kebudayaan terhadap yang lain
Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Jadi, akulturasi merupakan proses perubahan yang ditandai dengan terjadinya penyatuan dua kebudayaan yang berbeda. Penyatuan ini tidak menghilangkan ciri khas dari masing-masing kebudayaan. Misalnya, kebudayaan Hindu memasuki kebudayaan Bali dan berkembang menjadi kebudayaan Hindu-Bali. Dalam proses ini, kebudayaan Bali tidak hilang atau tetap bertahan walaupun dimasuki unsur kebudayaan Hindu.