Selasa, 04 Februari 2020

DAFTAR SUSUNAN MENTERI KABINET INDONESIA MAJU BESERTA TUGASNYA


DAFTAR SUSUNAN MENTERI KABINET INDONESIA MAJU:
1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mahfud MD
Description: Hasil gambar untuk mahfud md"
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
Description: Hasil gambar untuk airlangga hartarto"
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
Description: Hasil gambar untuk muhajir effendy"


4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
Description: Hasil gambar untuk luhut binsar panjaitan"
5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
Description: Hasil gambar untuk prabowo subianto"
6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
Description: Hasil gambar untuk pratikno"


7. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian
Description: Hasil gambar untuk tito karnavian"
8. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
Description: Hasil gambar untuk lp marsudi"
9. Menteri Agama: Jenderal Fachrul Razy
Description: Hasil gambar untuk fachrul razi"
10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly
Description: Hasil gambar untuk yasonna laoly"
11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Description: Hasil gambar untuk sri mulyani"
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
Description: Hasil gambar untuk nadiem makarim"
13. Menteri Kesehatan: dr Terawan
Description: Hasil gambar untuk dr terawan menkes"
14. Menteri Sosial: Juliari Batubara
Description: Hasil gambar untuk juliari batubara"
15. Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziah
Description: Hasil gambar untuk ida fauziah"
16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
Description: Hasil gambar untuk agus gumiwang kartasasmita"





17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
Description: Hasil gambar untuk agus suparmanto"
18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Arifin Tasrif
Description: Hasil gambar untuk arifin tasrif"
19. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): Basuki Hadimuljono
Description: Hasil gambar untuk basuki hadimuljono"


20. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
Description: Hasil gambar untuk budi karya sumadi"
21. Menteri Komunikasi dan Informasi: Johny G Plate
Description: Hasil gambar untuk johnny g plate"
22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
Description: Hasil gambar untuk syahrul yasin limpo" 





23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
Description: Hasil gambar untuk siti nurbaya"
24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
Description: Hasil gambar untuk edhy prabowo"
25. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT): Abdul Halim Iskandar
Description: Hasil gambar untuk abdul halim iskandar"


26. Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN): Sofyan Djalil
Description: Hasil gambar untuk sofyan djalil"
27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
Description: Hasil gambar untuk suharso monoarfa"
28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB): Tjahjo Kumolo
Description: Hasil gambar untuk tjahjo kumolo"



29. Menteri BUMN: Erick Thohir
Description: Hasil gambar untuk erick thohir"
30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
Description: Hasil gambar untuk teten masduki pdip"
31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
Description: Hasil gambar untuk wishnutama"
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati
Description: Hasil gambar untuk i gusti ayu bintang darmawati"
33. Menristek Bambang Brodjonegoro
Description: Hasil gambar untuk bambang brodjonegoro"
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
Description: Hasil gambar untuk zainudin amali"
35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Description: Hasil gambar untuk moeldoko"
36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Description: Hasil gambar untuk pramono anung"
37. Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM): Bahlil Lahadalia
Description: Hasil gambar untuk bahlil lahadalia"
38. Jaksa Agung: Burhanudin
Description: Hasil gambar untuk burhanuddin"

Pembagian Tugas
Perpres No.67 Tahun 2019 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024, juga mengatur mengenai pembagian tugas dan koordinasi Menteri Koordinator. Menurut Perpres ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, menurut Perpres ini, mengoordinasikan:
a. Kementerian Dalam Negeri; b. Kementerian Luar Negeri; c. Kementerian Pertahanan; d. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; e.  Kementerian Komunikasi dan Informatika; f. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; g. Kejaksaan Agung; h. Tentara Nasional Indonesia; I . Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan j. Instansi lain yang dianggap perlu.
 “Instansi lain sebagaimana dimaksud dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam hal melaksanakan tugas dan fungsi yang terkait dengan bidang politik, hukum, dan keamanan,” bunyi Pasal 6 ayat (2) Perpres ini.
 Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengoordinasikan: a. Kementerian Keuangan; b. Kementerian Ketenagakerjaan; c. Kementerian Perindustrian; d. Kementerian Perdagangan; e. Kementerian Pertanian; f. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; g. Kementerian Badan Usaha Milik Negara; h. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; i. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional; dan j. Instansi lain yang dianggap perlu.
 Adapun Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menurut Perpres ini,  mengoordinasikan: a. Kementerian Agama; b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; c. Kementerian Kesehatan; d. Kementerian Sosial; e. Kementerian Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi; f. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; g. Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan h. Instansi lain yang dianggap perlu.
 Untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menurut Perpres ini, mengoordinasikan: a. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; c. Kementerian Perhubungan; d. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; e. Kementerian Kelautan dan Perikanan; f. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; g. Badan Koordinasi Penanaman Modal; dan h. Instansi lain yang dianggap perlu.
 “Dalam hal terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus, Presiden dapat mengangkat Wakil Menteri pada kementerian tertentu,” bunyi Pasal 11 Perpres ini.
 Ketentuan mengenai jabatan Wakil Menteri pada kementerian yang belum memiliki jabatan Wakil Menteri, menurut Perpres ini, diatur lebih lanjut dalam perubahan Peraturan Presiden mengenai organisasi dan tata kerja kementerian tersebut. Menurut Perpres ini, Menteri/Menteri Koordinator/Kepala Lembaga dapat mengangkat paling banyak 5 (lima) orang Staf Khusus.Usulan mengenai jumlah Staf Khusus yang dibutuhkan dan calon Staf Khusus diajukan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara untuk mendapat persetujuan.
 “Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 67 yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 24 Oktober 2019.


Senin, 09 September 2019

TEKS EKPOSISI


Pengertian Teks Eksposisi
  • Teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.
Tujuan Teks Eksposisi
  • Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.
Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:
  • Gaya informasi yang mengajak.
  • Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.
  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat.
  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
Struktur Teks Eksposisi
Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu:
  • Pernyataan pendapat “tesis”, gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.
  • Argumentasi, penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis.
  • Penegasan ulang pendapat, salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.
Jenis-Jenis Teks Eksposisi
Adapun jensi-jenis teks eksposisi yang diantaranya yaitu:
  • Eksposisi defini yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.
  • Eksposisi proses yaitu langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
  • Eksposisi ilustrasi yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • Eksposisi laporan yaitu paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
  • Eksposisi perbandingan yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • Eksposisi pertentangan yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.
Unsur Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi, unsur kebahasan yang ada pada teks eksposisi ialah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.
  • Pronominan
Pronomina merupakan kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:
1.      Pronominan persona “kata ganti orang” yaitu persona tunggal, contohnya; ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si dan pesona jamak contohnya seperti; kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
2.      Pronomina nonpersona “kata ganti bukan orang” yaitu pronomina penunjuk, contohnya ialah; ini, itu, sini, sana, dan pronomina penanya contohnya; apa, mana, siapa.
  • Konjungsi
Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi, berikut ini ialah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi seperti:
1.      Konjungsi waktu yaitu sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian.
2.      Konjungsi gabungan yaitu serta , dan, dengan.
3.      Konjungsi pembatasan yaitu asal, kecuali, selain.
4.      Konjungsi tujuan yaitu untuk, supaya, agar.
5.      Konjungsi persyaratan yaitu jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila.
6.      Konjungsi perincian, adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni.
7.      Konjungsi sebab-akibat, sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya.
8.      Konjungsi pertentangan, akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan.
9.      Konjungsi pilihan, atau.
10. Konjungsi penegasan/penguatan, apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun.
11. Konjungsi penjelasan, bahwa.
12. Konjungsi perbandingan, bagai, seperti, serupa, ibarat.
13. Konjungsi penyimpulan, oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.


  • Kata Leksikal
Adapun kata leksikal yang diantaranya yaitu:
1.      Nomina yaitu kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.
2.      Verba yaitu kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat.
3.      Adjektiv yaitu kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang.
4.      Adverbia yaitu kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.

EKOSISTEM AIR TAWAR


Mengenal Ekosistem Air Tawar
1.    Ekosistem sungai atau ekosistem air tawar
Jenis ekosistem air yang pertama adalah ekosistem sungai. Ekosistem yang akan kita bicarakan ini juga sering disebut sebagai ekosistem air tawar. Ekosistem sungai atau ekosistem ar tawar ini merupakan ekosistem yang berada di lingkungan sungai. Disebut sebagai ekosistem air tawar karena air yang berada di sekitar ekosistem ini mempnyai rasa yang tawar dan tidak asin seperti air laut (baca: eksosistem air laut).
Ekosistem air tawar atau ekosistem sungai ini ternyata mempunyai banyak karakteristik atau ciri-ciri. Ciri- ciri yang dimiliki oleh ekosistem air tawar ini merupakan pembeda dengan ekosistem lainnya. Beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem sungai atau air tawar ini antara lain:
·       Memiliki salinitas atau tingkat kadar garam yang rendah. Kadar garam di ekosistem sungai atau air tawar ini sangat rendah, bahkan lebih rendah dari sitoplasma.
·       Suhu tidak ekstrim. Ekosistem air tawar atau sungai ini memiliki variasi atau tingkat perubahan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Maksudnya antara siang dan malam tidak ada perbedaan suhu yang terlalu mencolok.
·       Terbatasnya sinar matahari yang dapat masuk. Di ekosistem air tawar atau sungai, terdapat cahaya matahari namun dalam jumlah yang terbatas, bahkan cenderung kurang. Hal ini karena cahaya matahari hanya dapat menembus hingga beberapa meter saja di dalam air. Akibatnya hanya area atau bagian tertentu saja yang dapat menikmati cahaya matahari.
·       Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Meskipun lingkungan air hanya mendapatkan pengaruh yang sedikit dari kondisi yang ada di alam, namun lingkungan air ini tetap mendapatkan pengaruh. Pengaruh terutama dikarenakan cuaca dan juga ikim (baca: pembagian iklim di Indonesia). Meskipun tidak terlalu terpengaruh banyak oleh cuaca dan iklim seperti ekosistem darat, namun ekosistem air ini tetap dipengaruhi oleh kedua hal tersebut.
Itulah ciri atau karakteristik dari ekosistem air tawar atau ekosistem sungai. Ekosistem air tawar ini ternyata dibagi menjadi 2 jenis, yaki berdasar pada gerak airnya. Kedua jenis ekosistem air tawar tersebut adalah ekosistem lentik dan juga ekosistem lotik. Ekosistem lentik adalah ekosistem yang airnya tenang atau tidak mengalir, dan ekosistem lotik adalah ekosistem yang airnya bergerak.

Description: Ekosistem Air Tawar
Ada beragam jenis ekosistem yang bisa dijumpai di bumi ini. Kesemua ekosistem tersebut akan membentuk kesatuan yang disebut dengan biosfer. Salah satu jenis ekosistem yang penting untuk dicermati adalah ekosistem air tawar. Secara umum, ekosistem tersebut masuk ke dalam kelompok ekosistem almiah dan lebih spesifik lagi dikelompokkan ke dalam ekosistem akuatik atau air. Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain:
1.   Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.
2.   Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.
3.   Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini adalah jenis ganggang.
4.   Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah mengalami fase adaptasi.
5.   Kadar garam sangat rendah bahkan jauh lebih rendah jika dibandingkan kadar garam pada protoplasma organisme air.

Pembagian Ekosistem Air Tawar

Secara umum, ekosistem air tawar dibagi ke dalam dua bagian yakni:
1.   Ekosistem lentik atau air tenang.
2.   Ekosistem air yang mengalir atau lotik.
Kedua kelompok ekosistem air tawar tersebut, secara spesifik, dibagi lagi ke dalam beberapa jenis.





Ekosistem Lentik

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAhpz0Vr27OiFgajksgu9ZVMM6MC0EKIR6R3v97_YkrHz7sYfBLY5egTi-Pqo7WfVst4WW3vv1m3rdP7hk80GyzplWKbz50Q7OW8iHwLNXSXpz9B85b_KLXHkGU5LpRDBOm0QUb1tdN1o/s1600/air+tawar.jpg

Ekosistem air tenang ini mencakup beberapa ekosistem antara lain danau dan juga rawa. Untuk danau sendiri, kembali dibagi ke dalam 4 wilayah yakni:
1.   Wilayah Litoral. Titik ini adalah wilayah danau yang dangkal dimana cahaya menembus kedalaman air secara optimal. Suhu airnya lumayan hangat sebab berdekatan dengan tepi danau. Pada wilayah ini diketemukan tumbuhan air dengan akar dimana bagian daunnya mencuat ke permukaan air.
2.   Wilayah Limnetik. Adalah wilayah danau yang agak jauh dari tepi danau namun airnya masih bisa ditembus oleh cahaya matahari. Wilayah danau yang satu ini banyak dihuni oleh fitoplankton juga ganggang dan cynobakteri.
3.   Wilayah Profundal. Merupakan wilayah danau dengan tingkat kedalaman yang tinggi dan biasa disebut wilayah afotik. Wilayah ini banyak dihuni cacing juga beragam jenis mikroba.
4.   Wilayah bentik. Daerah ini berada di titik paling dasar dari danau dan di tempat ini terdapat beragam bentos juga sisaorganisme-organisme yang telah mati.

Ekosistem Lotik

Yakni ekosistem air tawar yang airnya mengalir. Salah satu contoh ekosistem ini adalah sungai. Sungai sendiri diartikan sebagai suatu badan air dimana air tersebut mengalir ke suatu titik yang lebih rendah. Air pada sungai mengandung sedikit makanan dan sedimen. Aliran air pada sungai membuat komposisi oksigen di dalam airnya lebih tinggi. Organisme yang mendiami sungai sedikit terbatas jika dibandingkan dengan danau. Hal ini disebabkan oleh airnya yang mengalir sehingga menyulitkan organisme semacam plankton untuk berdiam diri di dalamnya. Sungai sendiri dibagi ke dalam 3 wilayah yakni sungai, anak sungai dan wilayah hilir. Masing-masing area ini dihuni oleh jenis ikan yang berbeda. Misalnya saja pada anak sungai dijumpai ikan air tawar, sedangkan pada hilir sering dijumpai ikan lele juga ikan gurame. Untuk sungai dengan ukuran yang besar bisa juga ditemukan adanya buaya, ular juga kura-kura.

Zona Tempat Terjadinya Ekosistem Air Tawar

Serupa dengan keberagaman ekosistem akuatik yang ada di bumi, ekosistem perairan tawar juga tidak kalah beragam. Ekosistem air tawar sendiri merupakan interaksi yang terjadi antara komponen biotik dan abiotik yang terjadi di perairan dengan tingkat salinitas atau kandungan garam yang rendah dan biasanya terdapat di daratan.

Ekosistem air tawar muncul dari sumber yang berasal dari air tanah. Interaksi yang ada kemudian dibagi lagi berdasarkan pergerakan airnya, yakni ekosistem air tenang dan ekosistem air mengalir. Ekosistem air mengalir juga masih dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan zona atau daerahnya, yaitu:

1. Zona Litoral

Yang dimaksud dengan zona litoral ini adalah daerah-daerah yang berada di dekat tepi. Zona litoral ini adalah salah satu zona ekosistem air tawar yang mendapatkan cahaya matahari paling banyak diantara zona-zona lainnya. Karena itulah zona perairan mengalir ini juga sering disebut sebagai zona foton atau zona cahaya.

Karena banyaknya cahaya yang didapatkan, maka organisme yang hidup di zona ini juga semakin beragam. Semakin beragamnya organisme yang hidup maka interaksi yang terjadi juga semakin bervariasi.

2. Zona Limnetik

Zona selanjutnya yang menjadi bagian dari ekosistem air tawar perairan mengalir adalah zona limnetik. Yang dimaksud dengan zona limnetik disini adalah wilayah akuatik yang terletak di bagian bawah dari zona litoral. Jika digambarkan maka zona limnetik ini berada cukup dalam dari permukaan air.

Jika dibandingkan dengan zona litoral, jumlah atau intensitas cahaya matahari yang didapatkan di daerah limnetik ini tidak sebanyak pada zona litoral, namun masih bisa tertembus oleh sinar matahari. Organisme yang bisa hidup pada zona ini misalnya kelompok-kelompok alga (fitoplankton) dan jenis udang-udangan (zooplankton).




3. Zona Profundal

Zona terakhir yang masuk dalam bagian ekosistem wilayah air tawar yang mengalir adalah zona Profundal. Zona ini terletak lebih dalam dari zona limnestik dan bisa dibilang merupakan zona terdalam dari zona ekosistem perairan mengalir. Karena letaknya yang sangat dalam, maka cahaya matahari pun sangat sulit menembus zona ini. Maka dari itulah zona ini juga disebut sebagai zona afotik.

Zona profundal menjadi tempat berkumpulnya bangkai dari organisme dari dua zona di atasnya yang sudah mati. Akibat keterbatasan cahaya matahari yang masuk, maka jenis organisme yang bisa hidup di zona ini juga hanya berupa mikroba dekomposer atau pengurai. Mikroba-mikroba ini bertugas menguraikan bangkai-bangkai tersebut dengan bantuan oksigen terlarut yang ada di dalam air.

Ekosistem akuatik yang ada di bumi sangat beragam karena luasnya wilayah akuatik yang ada. Sebut saja ekosistem air tawar yang bervariasi tergantung pada gerak airnya, yakni ekosistem air tenang dan ekosistem air mengalir. Pada ekosistem air mengalir bahkan dibagi lagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan daerah (zona) nya. Zona-zona di atas adalah beberapa zona yang menjadi habitat atau tempat suatu interaksi air tawar terjadi.